Fakta tentang Suriname | Journal Miss Greget

Fakta tentang Suriname


Mungkin anda pernah mendengar Suriname. Nah bagi anda yang belum pernah mendengar atau membaca tentang Suriname mari kita simak. Taukah kalian bahwa Indonesia mempunyai kedekatan sejarah dengan Suriname. Bagaimana tidak ketika masa penjajahan Belanda sekitar 75.000 orang jawa diusung ke Amerika Selatan, Suriname. Dan bahasa jawa telah banyak dipakai di negara tersebut. Nah, bagi sahabat nazama yang penasaran apa saja fakta tentang Suriname dari berbagai segi geografis dan seterusnya mari kita simak.


1. Geografis
Suriname terletak bagian pesisir timur laut Amerika Selatan. Lebih dari 80% negara ini masih berupa semak belukar yang dihuni bermacam-macam satwa dan flora. Negara ini memunyai komoditas ekspor diantanya kayu Bruindhard, Purplehard, Zwartekabes. Jenis kayu ini merupakan sumber devisa negara.

2. Penduduk
Penduduk pertama Suriname awalnya adalah orang Indian Surinen. Kemudian pada abad ke-16, mereka digantikan oleh orang Indian Amerika Selatan. Spanyol menduduki Suriname pada tahun 1593, tetapi pada tahun 1602, Belanda mulai merebut daerah itu, yang kemudian diikuti oleh Inggris. Inggris kemudian memberikan kedaulatan Suriname kepada Belanda pada tahun 1667 dalam Perjanjian Breda.
Penjajah mempekerjakan budak Afrika sebagai tenaga kerja untuk perkebunan kopi dan tebu. Saat itu, banyak budak Afrika yang melarikan diri ke pedalaman, yang kemudian disebut Bush Negro oleh Belanda. Setelah tahun 1870, Belanda mengimpor buruh dari India Timur, yang berasal dari British India, dan Jawa yang berasal dari Hindia Belanda.

3. Politik
Suriname juga dikenal sebagai Guyana Belanda. Koloni ini diintegrasikan ke dalam kerajaan Belanda pada tahun 1948. Setelah terjadi kerusuhan karena tingginya pengangguran dan inflasi di negara tersebut, Belanda akhirnya memberikan Suriname kemerdekaan penuh pada 25 November 1975. Selama lebih dari tahun 1980, Suriname berada di bawah kendali represif Letnan Kolonel Desi Bouterse. Belanda lantas menghentikan semua bantuannya kepada Suriname tahun 1982, ketika tentara Suriname menewaskan 15 wartawan, politisi, pengacara, dan pejabat serikat. 
Anggaran pertahanan terus meningkat, dan perlahan perekonomian Suriname hancur. Sebuah pemberontakan gerilya yang dilakukan oleh Jungle Commando (kelompok gerilya Bush Negro) berhasil mengacaukan negara dan menekan pemerintahan Desi Bouterse. Pemilihan umum yang diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 1991, yang berhasil mencabut semua kekuasan militer di Suriname. Pada tahun 1992, sebuah perjanjian damai ditandatangani antara pemerintah dan beberapa kelompok gerilya.

4. Bahasa Jawa
Orang Jawa yang didatangkan ke Suriname sebagai kuli kontrak oleh Belanda memunculkan istilah bahasa Jawa Suriname. Bahasa ini dipakai oleh komunitas masyarakat Jawa yang berjumlah kurang lebih 75.000 jiwa kala itu. Orang-orang yang Jawa yang dibawa ke Suriname umumnya adalah para petani dan buruh kasar yang tuna aksara atau tidak bisa membaca. Orang Indonesia yang diangkut ke Suriname kebanyakan berasal dari Jawa Tengah, lalu Jawa Timur, dan terakhir Jawa Barat. Kala itu, mayoritas kuli kontrak yang dibawa Belanda berasal dari Karesidenan Kedu (Kabupaten Magelang dan sekitarnya). Maka dari itu, bahasa Jawa Suriname hampir mirip dengan bahasa Jawa Kedu. Namun, ada beberapa istilah Melayu yang juga digunakan dalam bahasa Jawa Suriname.


Fakta tentang Suriname
Title Post: Fakta tentang Suriname
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Nur Nazama