GANGGUAN KONSENTRASI DAN HIPERAKTIVITAS (ADHD-Attention Deficit Hyperactivity Disorder) | Journal Miss Greget

GANGGUAN KONSENTRASI DAN HIPERAKTIVITAS (ADHD-Attention Deficit Hyperactivity Disorder)




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi ADHD dan Keterkaitannya dengan  Inatentif, Impulsif dan Hiperaktif
Jika kita perhatikan suasana dalam kelas akan terlihat seorang guru yang sedang menyampaikan mata pelajaran dengan semangatnya. Bahkan hampir semua siswa duduk tenang penuh perhatian. Namun, ada seorang anak yang pandangannya menerawang jauh ke jendela kelas. Ada yang menulis dengan serius.
Ada pula yang saling berbisik, dan yang terakhir ada yang berdiri dan menyela guru untuk diperkenankan untuk diizinkan pergi ke kamar mandi. Barangkali hal tersebut disebabkan oleh ADHD (Attention DefisitHyperactivity Disorder), sehingga mereka tidak dapat duduk denngan tenang dan kurang mampu untuk berkonsentrasi pada informasi yang telah sisampaikan oleh guru.
1.     Definisi ADHD
Secara umum ADHD mempunyai tiga bentuk yang bisa dihubungkan dengan;
·       Inatentif (tidak memperhatikan) atau distraktif (mudah terusik).
·       Impulsif (semaunya sendiri).
·       Hiperaktif
Seorang individu bisa mengalami gangguan-gangguan seperti diatas dengan terpisah-pisah. Misal hanya inatentif, atau hiperaktif saja. Bahkan mereka juga mampu mengalami gangguan-gangguan tersebut secara bersamaan. ADHD dapat mempengaruhi proses belajar membaca dan menulis seorang anak. Untuk mengetahui lebih lanjut mari kita lihat lebih detail keterkaitan perilaku-perilaku diatas.

2.     Inatentif atau Distraktif
Semua orang pernah melamun bahkan kehilangan konsentrasi karena kita telah menmukan suatu hal yang lebih menarik. Selanjutnya kita harus dapat memilah hal-hal harus segera kita kerjakan. Dengan kata lain kita harus mampu mengontol ketertarikan tehadap suatu hal. Namun, bagi anak yang mengidap ADHD, mengehentikan lamunan, berkonsentrasi penuh dengan tugas-tugas rutinitas adalah hal yang tidak mungkin mereka lakukan. Gejala lainnya adalah ketidakmampuan seorang anak untuk menyring gangguan-gangguan kecil yang datang kepadanya. Mereka sangat mudah sekali terusik oleh suara teman yang tukar bangku dengan teman lainnya, dinding tembok yang penuh coretan, atau suara anak-anak yang sedang membolak-balik halaman bukunya. Anak yang mengalami ADHD bisa beralih dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya. Anak-anak yang mengalami inatentif akan mengalami kesulitan jika diarahkan dan mengikutinya dengan benar. Ada beberapa kondisi anak ADHD seolah-olah mampu berkonsentrasi namun sebenarnya tidak. Misal seorang anak terlihat sedang bermain game namun sebenarnya mereka terganggu dengan keadaan dimana gambar pada layar komputer berganti dengan cepat.

3.     Impulsif
Sering kali seorang orang tua mengingatkan anaknya untuk menyeberang jalan dengan melihat kiri kanan. Namun ketika anak mengalami gangguan ADHD mereka akan kesulitan untuk mengikuti saran tersebut. Anak-anak yang mengalami ADHD akan sangat serba terburu-buru. Apabila anak seperti itu mempunyai keinginan maka mereka harus mendapatkannya kala itu juga. Impulsif bukanlah sekedar bagaimana mendapatkan sesuatu. Tapi begitu pula dengan anak yang akan menjawab pertanyaan guru tanpa berfikir dan tanpa mengacungkan tangan, menghentikan percakapan semaunya. Impulsif terkadang akan menjelma menjadi suatu keadaan agresif yang dapat mengganggu anak-anak lainnya. Bahkan anak ini akan kesulitan mendapatkan teman atau diterima oleh lingkungan.

4.     Hiperaktif
Anak hiperaktif terkadang akan menunjukkan tanda-tanda kegelisahan yang sangat akut. Bagi seorang guru anak seperti sangatlah mengganggu karena ada kalanya suatu pelajaran membutuhkan suatu ketenangan. Apabila seoang anak mengalami ADHD berada dalam suatu tempat ibadah atau perpustakaan jelas saja sikap anak ini sangat mengganggu.

B.    Rumor Tentang Makanan dan Kerusakan Otak yang Menjadi Penyebab Utama Gangguan ADHD
Sebagian besar riset tersebut memfokuskan observasi mereka pada depan otak dan peran syaraf pentransmisi, yaitu senyawa kimiawi yang menyampaikan pesan dari satu bagian otak ke bagian lainnya. Antara bagian satu kebagian lainnya dihubungkan ke kontrol motor. Kontrol motor itulah yang berfungsi untuk mengukur konsekuensi-konsekuensi atas suatu tindakan sebelum dilakukan.
Sejumlah dokter meyakini bahwa gula adalah salah satu penyebab hiperaktif seorang anak. Sebenarnya itu adalah salah. Karena dalam percobaan-percobaan yang telah dilakukan dengan kontrol-acak sudah membuktikan bahwa makanan bukanlah penyebab ADHD. Sudah bertahun-tahun masyarakat berkeyakinan bahwa kandungan gula dipercaya sebagai penyebab terjadinya hiperaktif. Gula memberikan energi dalam jumlah lebih banyak. Bila gula di konsumsi dikit saja akan membantu manusia untuk tetap aktif. Saat itulah orang berasumsi bahwa ketika seseorang makan gula lebih banyak akan bertindak overaktif .  Selain banyak pemerhati tren berkomentar. Menurut mereka makanan adiktiflah pihak yang harus dipersalahkan atas terjadinya ADHD dan mereka merekomendasikan untuk para konsumen tidak menggunakan bahan makanan adiktif.
C.    Pengobatan Pada Anak ADHD
Apabila seorang anak didiagnosa positif ADHD ada beberapa terapi dan dapat pula menggunakan obat stimulan. Penelitian mengenai obat stimulan pertama kali diteliti oleh DR Charles Bradley seorang dokter dari Amerika yang menggunakan Benzedrine, salah satu obat stimulan untuk sistem syaraf pusat.  Ia menemukan bahwa stimulan bisa mengurangi kebiasaan dimana seseorang yang mudah terusik pada anak hiperaktif. Penelitian telah menemukan fakta bahwa 80% anak ADHD mengalami kemajuan dimana perlakuan hiperaktifnya berkurang. Obat-obat stimulan seperti ritalin, dexedrin, dan pemoline dapat memperkuat konsentrasi seorang anak. Obat stimulan dapat membantu anak-anak mengerjakan tygas lebih baik lagi. Namun jika seorang anak memiliki kelainan belajar selain ADHD semisal disleksia (gangguan belajar membaca) obat stimulan seperti diatas saja pun tidak cukup.

Efek Samping Pemberian Obat Stimulan
Efek samping dari pemberian obat stimulan banyak sekali ditemukan misal,perubahan kepribadian, nafsu makan menurun, tidur tidak nyenyak, sakit kepala dan sakit perut. Efek-efek tersebut akan hilang jika pengobtan telah dilakukan sekitar beberapa minggu. Jadi tidak perlu khawatir dan cemas untuk para orang tua.
·       Perubahan Kepribadian
Seorang anak yang awalnya hiperaktif dan setelah memberikan obat stimulan seorang akan menjadi lebih pendiam dan berkonsentrasi. Perubahan-perubahan tersebut akan dengan jangka waktu yang relatif lebih cepat namun diharapkan kepada orang tua tidak usah khawatir atau malah menghentikan pengobatan. Itu yang biasanya terjadi. Apabila anak anda menjadi lebih kalem dan sebagai seorang orangtua yang sulit menerima perubahannya, maka bersabarlah sedikit karena anak tersebut menyesuaiakan diri dengan kondisi.
·       Nafsu Makan Menurun
Pemberian obat stimulan ini tidak akan berpengaruh tinggi dan berat badan anak. Sebuah penelitian mengenai pengaruh jangka panjang pengobatan ADHD yang dilakukan Mortimer Gross dari Universitas Illinois menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pertumbuhan pada anak yang mendapatkan obat stimulan dengan anak yang tidak mendapatkannya.
·       Susah tidur
Anak-anak yang menjalani pengobatan ADHD kebanyakan mengalami gangguan berupa susah tidur ketika sudah menjelang larut. Pengaruh seperti ini sejalan dengan waktu yang akan menghilang dengan sendirinya, Jika memutuskan untuk menghentikan seharusnya kita sebagai orang tua harus memikirkannya baik-baik karena efek tersebut hanyalah bersifat sementara.
·       Sakit perut dan sakit kepala
Efek ini terjadi sementara karena tubuh si anak baru menyesuaikan dengan obat stimulan yang diberikan. Seorang anak yang tiba-tiba sakit kepala setelah diberi obat dapat dibilang pemberian dosis yang terlalu tinggi terhaadap anak. Dan apabila masih sakit kepala dan sakit perut cobalah untuk mengkonsultasikannya dengan dokter anak anda.



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
ADHD adalah suatu gangguan belajar anak dimana anak tersebut akan berlaku lebih aktif dan kurang mampu berkonsentrasi. Banyak dokter bersumsi bahwa ADHD disebabkan oleh kadar gula yang tinggi. Namun, setelah diteliti lebih lanjut opini yang telah diyakini oleh banyak kalangan ini kurang benar. Jika masa mendatang kita menemui seorang anak mengalami gejala-gejala seperti yang telah dipaparkan diatas kita mampu mengurangi aktifitas anak yang berlebihan atau hiperaktif dengan menggunakan obat stimulan. Tapi sebagai orang tua kita terlalu khawatir tentang efek-efek yang akan ditimbulkan oleh obat tersebut. Karena efek-efek tersebut hanya relatif dalam jangka waktu yang pendek dapat dikatakan hanya beberapa minggu.

B.    KRITIK dan SARAN
Penulis menyadari akan kekurangan makalah ini, maka penulis mengharap dengan sangat kritik dan saran dari pembaca untuk kebaikan dan pengembangan makalah ini untuk kedepannya.


DAFTAR PUSTAKA

Fanu,Ie James.2010.Atasi dan Deteksi Ragaam Masalah Kejiwaan Anak Sejak Dini.Jogjakarta:Think Jogjakarta
 





GANGGUAN KONSENTRASI DAN HIPERAKTIVITAS (ADHD-Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Title Post: GANGGUAN KONSENTRASI DAN HIPERAKTIVITAS (ADHD-Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Nur Nazama