MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA SISWI SDN NGRONGGO 3 KEDIRI | Journal Miss Greget

MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA SISWI SDN NGRONGGO 3 KEDIRI



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Guru merupakan penanggung jawab kegiatan proses pembelajaran di dalam kelas. Sebab gurulah yang langsung memberikan kemungkinan bagi para siswa belajar dengan efektif melalui pembelajaran yang dikelolanya. Peranan guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan oleh mesin ataupun komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi kebiasaan dan lain-lain yang merupakan hasil dari proses pengajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut.
Untuk itu guru perlu menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses interaksi yang baik dengan siswa, agar mereka dapat melakukan berbagai aktivitas belajar dengan efektif. Dalam menciptakan interaksi yang baik diperlukan profesionalisme dan tanggung jawab yang tinggi dari guru dalam usaha untuk membangkitkan serta mengembangkan keaktifan belajar siswa. Sebab segala keaktifan siswa dalam belajar sangat menentukan bagi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran.

B.    TUJUAN OBSERVASI
v Mengetahui keaktifan siswa-siswi di SDN Ngronggo 3 Kediri
v Mengetahui cara membangun keberanian siswa siswi di SDN Ngronggo 3 Kediri

C.    MANFAAT OBSERVASI
a)     Memberikan kesempatan kepada kita untuk mengenal sifat, watak siswa.
b)     Sebagai pedoman pembelajaran.
c)     Melatih kita agar terbiasa menulis karya ilmiah menjadi lebih baik lagi.
d)     Memberikan kesempatan kepada penulis mempelajari, mengamati, dan mengkaji suatu permasalahan yang dihadapi siswa.

D.    METODE PENELITIAN
Observasi ini menggunakan metode deskriptif . Data yang dikumpulkan adalah dengan wawancara langsung, dan dokumen.

E.    LANDASAN TEORITIS
Keaktifan belajar siswa adalah unsur penting dalam keberhasilan pembelajaran siswa. Anehnya,penggunaan istilah "pembelajaran aktif" oleh para pendidik  umumnya lebih mengandalkan pemahaman intuitif daripada definisi umum yang semestinya. Akibatnya, banyak sekolah menyatakan bahwa semua belajar secara inheren adalah aktif dan bahwa siswa oleh karena itu terlibat aktif saat mendengarkan presentasi formal di kelas. Analisis literatur penelitian (Chickering dan Gamson 1987), menunjukkan bahwa siswa harus melakukan lebih dari sekedar mendengarkan: Mereka harus membaca, menulis, mendiskusikan, atau terlibat dalam memecahkan masalah. Yang paling penting, untuk terlibat secara aktif, siswa harus terlibat sedemikian rupa pada tingkat tinggi tugas berpikir seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Dalam konteks ini, diusulkan bahwa strategi untuk memicu terjadinya belajar aktif didefinisikan sebagai kegiatan instruksional yang melibatkan siswa dalam melakukan sesuatu dan berpikir tentang apa yang mereka lakukan.



BAB II
HASIL OBSERVASI

A.    GAMBARAN OBJEK
·       Identitas Narasumber
Nama Lengkap                  : Supraptiningsih, S.Pd.
Nomor Induk Pegawai      : 19560721 197703 2 007
Tempat Tanggal Lahir      : Kediri, 21 Juli 1956
Jenis Kelamin                   : Perempuan
Pendidikan                        : Strata 1
Jabatan                              : Guru Kelas IV
Masa Kerja                       : 28 tahun 04 Bulan
·       Pelaksanaan Observasi
Hari                                   : Sabtu
Tanggal                             : 15 Desember 2012
Lokasi                               : SDN Ngronggo 3
                                            Jl. Perintis Kemerdekaan Gg. Balai Desa
Waktu Observasi              : 07.00 WIB-09.30.WIB

B.    KEGIATAN PEMBELAJARAN
Sebelum proses belajar mengajar dimulai guru melakukan kegiatan meliputi:
a)     Kegiatan Awal:
v Guru membuka kegiatan dengan salam kepada siswa siswi.
v Guru melaakukan presensi kehadiran siswa siswi.
v Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.
v Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik dan mengulang kembali materi pelajaran sebelumnya..
b)     Kegiatan Inti:
v Penyampaian materi oleh Guru.
v Tanya jawab dengan materi yang disampaikan.
v Guru memberikan soal-soal kepada siswa ketika siswa-siswi dianggap telah paham.
v Mendiskusikan jawaban bersama-sama.
Apabila ditemui soal latihan yang dianggap sulit dan perlu dijelaskan kembali, maka guru dan peserta didik akan membahas soal tersebut bersama-sama.
c)     Kegiatan Akhir:
v Guru dan siswa menyimpulkan mata pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya.
v Menutup proses pembelajaran.
v Dan yang terakhir menutupnya dengan salam.
C.    METODE
Metode yang digunakan oleh guru untuk pengajaran ini adalah metode ceramah. Disitu guru menjelaskan dan murid-murid mendengarkan.
D.    MEDIA
Selain menggunakan buku penunjang, LKS, dan buku paket guru juga berkreasi sekreatif mungkin demi mencapainya sebuah keaktifan dalam proses pembelajaran.
E.    PENANAAMAN NILAI
Nilai-nilai yang diambil dalam menanamkan keaktifan siswa adalah:
Ø  Keberanian siswa bertanya.
Ø  Sikap siswa saat menghargai pendapat orang lain.
Ø  Kejujuran
F.     SIKAP GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA
Yaitu dengan cara dimana siswa mendengarkan 20  sampai 30 menit guru menjelaskan  tanpa membuat catatan, diikuti dengan menulis apa yang telah mereka dengarkan selama lima menit tentang apa yang dapat mereka ingat kemudian melanjutkan sisa waktu pelajaran dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling mengklarifikasi dan menguraikan bahan pelajaran yang baru diberikan. Diskusi di kelas merupakan salah satu strategi yang paling umum untuk memicu belajar aktif. Jika tujuan pembelajaran adalah untuk memicu ingatan jangka panjang informasi, untuk memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut, untuk memungkinkan siswa untuk menerapkan informasi dalam situasi baru, atau untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, maka diskusi adalah yang terbaik.
G.   KESULITAN DALAM MEMBANGUN KEAKTIFAN SISWA SISWI
Terkadang seorang guru mengalami kesulitan untuk membangun keaktifan siswa-siswinya, kesulitan-kesulitan tersebut diantaranya adalah:
·       Siswa terkadang malu untuk bertanya padahal mereka belum memahami beberapa materi yang disampaikan.
·       Yang menjadi kendala adalah ketika siswa maju kedepan untuk menjawab soal,dan soal yang dijawabnya salah. Dan disana teman-temannya menertawakan. Hal tersebut akan mengecilkan mental siswa.



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan uraian dari makalah observasi ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran aktif  itu sangat berperan penting namun disisi lain banyak kendala yang harus dihadapi. Dan untuk memcapai pengajaran yang aktif pun guru harus bertindak sekreatif mungkin dan juga harus berperan sebagai motivator agar dalam diskusi maupun individu semua siswa dapat berperan aktif.

B.    SARAN
Jadi dalam pembelajaran ini kita sebagai tenaga pendidik harus mengetahui terlebih dahulu kendala-kendala yang dihadapi, setah mengetahui kita dapat menbuat metode pembelajaran yang aktif, menyenangkan dan disukai oleh siswa-siswi dalam kelas tersebut.



LAMPIRAN GAMBAR



MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA SISWI  SDN NGRONGGO 3 KEDIRI
Title Post: MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA SISWI SDN NGRONGGO 3 KEDIRI
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Nur Nazama