Selayang Pandang | Journal Miss Greget

Selayang Pandang


Ketika rajutan-rajutan rindu telah menyatu. Hati bagai tanah tandus tanpa bunga dan kumbang. Tiada kata indah tanpa pola rindu yang berseling dengan kata sayang. Kata ini hanya tertuju padamu. Rasakan getaran darah dan nadiku yang mengalir dan meneriakan kalau-kalau beta rindu kanda.

Dalam mimpi-mimpi dan khayal-khayalku hidup bersamamu. Tak ada musnahnya. Hanya berawang-awang di alam semu. Laksana pantai tanpa tepi. Seperti garis horizontal yang tak berujung.

Ya Allah...
Biarlah hati ini berkembang dan kasih ini untuknya. Kan ku jaga puingan-puingan hati yang tersisa ini. Biarkan hatinya selalu terisi dengan singgahan-singgahan kalbuku yang terjenak di lembayungnya. Biarkan ukiran sentumnya duduk di jantungku. Nan biarkan namanya selalu berhembus di setiap nafas yang ku hela ini.

Kuhembuskan nafas-nafas cinta agung yang ku persembahkan padamu demi Rabb. Baling-baling cinta dan kasih sayang ini tak kan ku biarkan dihempas badai yang menghadang tiba di hadap muka. Walau serapuh-rapuh hatiku, namun di hati paling dalam ini senantiasa selalu "kamu". Ku yakin disana Rabbi telah menyiapkan altar dan istana megah tuk kita.

Walau itu hanya di alam khayal tanpa di fakta ku syukuri ku bisa bermimpi indah di tidurku yang panjang bersamamu. Karena kau sempat bangunkanku di buruknya mimpi di kegelapan gerhana.

Selayang Pandang
Title Post: Selayang Pandang
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Nur Nazama